www. alumnifatek.forumotion.com


 
IndeksIndeks  PortailPortail  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  KawanuaKawanua  Media Fatek OnlineMedia Fatek Online  KAMPUSKAMPUS  

Share | 
 

 Donald Rumokoy Rektor Unsrat

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 549
Registration date : 08.01.08

PostSubyek: Donald Rumokoy Rektor Unsrat   Fri Apr 11, 2008 1:16 pm

Donald Rumokoy Rektor Unsrat
Jangan Ada Lagi Pilrek Ulang


MANADO Post — Usai sudah pertandingan memperebutkan Rektor Unsrat periode 2008-2012. Dalam pemilihan rektor (Pilrek) ulang kemarin, Prof DR Donald Rumokoy tetap perkasa dengan meraup 51 suara, disusul Prof Ellen Kumaat 41 suara dan Prof Sarah Warouw 17 suara.
Pilrek ulang dimulai tepat pukul 10:00 Wita oleh Ketua Senat Prof Lucky Sondakh. Antusiasme anggota senat untuk segera mempunyai rektor baru terlihat dari ketepatan waktu pelaksanaan yang ditetapkan panitia. Dari 110 anggota Senat, hanya 1 orang tidak hadir yaitu Prof Benni Assa. “Tidak ada pemberitahuan atas ketidakhadiran beliau sampai saat ini,” ujar Daniel Pangemanan.
Dalam ruangan tampak Inspektur Jenderal Muhammad Sofyan dan sejumlah anggota Komisi X DPR RI yang turut serta dalam acara pembukaan Rapat Senat tersebut. Namun, usai rapat senat dibuka, Irjen dan anggota Komisi X DPR RI langsung keluar ruangan. “Kami sebagai pemantau, bukan anggota senat. Jadi kami tidak berhak duduk dalam ruangan,” ujar Muhammad Sofyan.
“Jangan kemudian oleh publik, kami dikira turut intervensi dalam proses pemberian suara bila tetap berada di dalam,” ujar anggota Komisi X DPR RI Boy Sauh, politisi berdarah kawanua.
Tepat pukul 11.00 Wita pemberian suara dimulai. Prof Lucky Sondakh paling pertama kali memberikan suara. Wajah-wajah tegang dan penuh harap terpancar dari dosen, mahasiswa maupun staf Unsrat. Mereka menyaksikan proses pemberian suara melalui layar LCD yang dipasang di lantai 1 dan lantai 3 rektorat. Ratusan orang pendukung para calon pun menyatu dalam suasana yang mendebarkan.
Di putaran I, saling kejar mengejar perolehan suara terjadi beberapa kali. Akhirnya Prof Donald Rumokoy unggul dengan 45 suara. Disusul Prof Ellen Kumaat 34 suara, Prof Sarah Warouw 20 suara, Prof Dolfie Mokoagouw dan Prof Buce Moningka 4 suara dan Prof Masengi 2 suara. “Dengan demikian yang lolos masuk pada putaran kedua adalah ketiga calon yang mengantongi suara terbanyak.”
Di putaran II, adrenalin para pendukung kian memuncak. ‘Bakusedu’ pun dijadikan penutup rasa gugup. “Bage Rumokoy,” terdengar suara pendukung Rumokoy. Tak lama terdengar “Dusu Ellen,” menyemangati para pendukung Ellen. Memang, ketegangan sangat dirasakan pada putaran kedua ini.
Pasalnya, perolehan suara Rumokoy dan Ellen saling mengejar. Namun, kebersamaan dalam bingkai keluarga besar Unsrat tetap terjaga. Suara ramai penanda kemenangan Rumokoy terdengar ketika perolehan suara Rumokoy menembus jumlah perolehan suaranya pada putaran I. “Inilah Rektor yang mampu membawa perubahan pada Unsrat ke depan. Donald Rumokoy Rektor Unsrat. Jangan ada lagi Pilrek ulang,” ujar Toni Rompis SH MH dengan wajah berseri atas kemenangan.
Prof Buce Moningka yang gugur pada putaran I, ketika diwawancarai, mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika. “Terutama kepada anggota senat yang telah mendukung saya,” ujarnya. Demikian halnya Prof Dolfie Mokoagouw dan Prof Masengi. “Semuanya telah saya serahkan kepada Tuhan, hari ini Tuhan belum mengijinkan saya, dan mungkin kedepan ada yang sudah dipersiapkan olehnya,” ujar Prof Mokoagouw.
Terlihat pula kebersamaan antara Prof Rumokoy, Prof Ellen dan Prof Warouw. “Lihat saja, kami tetap saling mendukung,” ungkap Prof Ellen yang diiyakan Prof Warouw dengan senyuman.
Di lain kesematan juga Prof Ellen Kumaat tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Irjen Depdiknas Muhammad Sofyan, Pj Rektor Prof Lucky Sondakh, panitia pemilihan, mahasiswa, para dosen, pegawai, dan seluruh anggota senat yang telah memilih dan yang tidak memilih. “Semoga Tuhan membalas budi baik anda semua dan marilah kita menarik hikmah dan manfaat yang sebesar-besarnya dari Pilrek Unsrat,” tutur Prof Ellen kepada Manado Post..
“Namun, komitmen semua pihak untuk membawa perubahan pada Unsrat adalah suatu hal yang patut diberi apresiasi yang mendalam,” tambahnya.
Prof Rumokoy singkat menyatakan bahwa semua ini karena tiga hal. Pertama, Tuhan. Kedua, keluarga yang selalu mendukung langkahnya. Ketiga, kawan-kawan anggota senat yang sudah mempercayainya. “Ini semua karena komitmen ideologis yang telah kami bangun,” ujar Prof Rumokoy di sela-sela ucapan selamat yang datang dari pendukungnya.
Dekan Fakultas Pertanian DT Sembel menggarisbawahi, bahwa terpenting untuk dilakukan Rektor baru adalah menata kembali sistem manajemen Unsrat yang amburadul. “Manajemen akademik, manajemen keuangan dan manajemen administratif,” kata Prof DT Sembel. Seluruh mahasiswa pun menaruh harap sama. MPM Unsrat berharap, kepentingan mahasiswa jadi prioritas utama rektor baru nanti. “Mahasiswa yang harus diutamakan, dalam hal ini sarana dan prasarana penunjang kegiatan mahasiswa,” ujar Harvany Boking.
KE JAKARTA
Sementara, sesuai ketentuan, hasil ini akan diajukan ke Menteri Pendidikan Nasional, tim penilai akhir (TPA), sebelum terbit SK Presiden. “Tapi paling tidak, perolehan suara yang dimiliki Prof Donald Rumokoy bisa memberikan rekomendasi yang sangat berarti kepada Mendiknas untuk memutuskannya sebagai Rektor Unsrat yang baru menggantikan posisi Pj Rektor Prof Lucky Sondakh,” ungkap Toar Palilingan.
Prof DT Sembel, menyatakan, mari kita tutup dan nyatakan persaingan sudah berakhir. Jangan tinggalkan dendam dan kebencian dalam diri kita masing-masing. “Torang samua basudara, dan akhirnya Unsratlah yang menang,” ujar Dekan Pertanian Unsrat ini.
Sementara Drs Ronny Gosal mengatakan, sesuai ketentuan, Prof Donald Rumokoy, Prof Ellen Kumaat dan Prof Sarah Warouw memiliki peluang yang sama. Apalagi dalam pengukuhan guru besar sebelumnya, Irjen telah mengulangi ketentuan bahwa peraih suara terbanyak belum otomatis jadi rektor. Sebab, ada banyak hal akan jadi bahan pertimbangan TPA. “Sebab ini hanyalah pemberian suara. Yang memutuskan ada di pusat,” katanya.(cw-06)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://alumnifatek.forumotion.com
 
Donald Rumokoy Rektor Unsrat
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www. alumnifatek.forumotion.com :: Halaman Utama :: Tampilan Pada Portal-
Navigasi: