www. alumnifatek.forumotion.com


 
IndeksIndeks  PortailPortail  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  KawanuaKawanua  Media Fatek OnlineMedia Fatek Online  KAMPUSKAMPUS  
Share | 
 

 Pengelola Menara Jamsostek Diperiksa

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting: 549
Registration date: 08.01.08

PostSubyek: Pengelola Menara Jamsostek Diperiksa   Wed Jan 23, 2008 9:03 pm

Pengelola Menara Jamsostek Diperiksa

SP/YC Kurniantoro

Mobil Honda Accord B 8722 FW jatuh saat akan parkir di Menara Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

[JAKARTA] Petugas dari Polres Jakarta Selatan mulai Rabu (23/1) pagi memeriksa intensif pengelola Menara Jamsostek terkait peristiwa jatuhnya mobil Honda Accord yang menewaskan Heryawan (44), sopir kendaraan tersebut dari Gedung Parkir Lantai 8 Menara Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).
Pemeriksaan pimpinan gedung itu untuk kepentingan penyelidikan. Petugas juga telah memeriksa secara bertahap sejumlah warga lainnya sebagai saksi sejak Selasa malam.
"Semua warga yang diperiksa petugas termasuk pengelola Menara Jamsostek sampai saat ini masih berlangsung. Mereka diperiksa untuk melengkapi penyelidikan pasca jatuhnya mobil Acord menewaskan satu orang," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Chaerul Anwar kepada SP, di Jakarta, Rabu (23/1) pagi.
Menurut Chaerul, pemeriksaan juga dimaksimalkan dengan penyelidikan intensif di lokasi kejadian terutama kondisi awal jatuhnya kendaraan tersebut antara lain, penyelidikan pagar pembatas dengan tidak menutup kemungkinan mendatangkan saksi lain dari ahli konstruksi atau kerja sama dengan Pemprov DKI.
Sementara itu praktisi konstruksi Ignatius Teguh Nugraha kepada SP mengatakan, pagar gedung parkir per meter persegi setidaknya harus mampu menahan benturan seberat 100 kilogram. Sehingga tembok akan mampu menahan benturan mobil Heryawan, sang sopir.
"Standar tersebut tak bisa dicapai dari konstruksi pagar berupa besi atau dinding bata, namun harus beton bertulang," kata Ignatius menanggapi pembatas lahan parkir Gedung Jamsostek yang hanya berupa pagar besi.
Faktor biaya pembangunan mungkin menjadi pertimbangan para pengembang, sehingga syarat itu tak terpenuhi. Menurut dia, untuk membangun satu meter kubik beton bertulang, dibutuhkan biaya sekitar Rp 2,3 juta. Nilai tersebut jauh lebih mahal ketimbang bata yang hanya membutuhkan biaya Rp 80.000/m2.
"Dengan selisih seperti itu, berapa yang bisa dihemat developer bila membangun sebuah gedung? Siapa yang mampu menahan diri tidak ikut mengutak-atik ongkos bikin bangunan sebesar gedung Menara Jamsostek, misalnya," ujar dia.
Sekedar memberi ilustrasi, Ignatius mengatakan, persentase gedung di Jakarta yang tidak memenuhi syarat keamanan dan keselamatan, sebanyak pengendara sepeda motor atau mobil yang tidak tertib berlalulintas. "Kita hidup dalam paradigma: berbuat kesalahan itu hal biasa. Toh semua melakukannya. Sementara berbuat benar malah dianggap luar biasa. Ironis," ujarnya.

Tidak Sesuai Ketentuan

Sementara itu Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Pemprov DKI Jakarta meminta pengelola Menara Jamsostek mengosongkan lahan parkir terhitung hari ini, karena dinding pembatas tidak sesuai dengan ketentuan yang baru berlaku pada 2007 lalu.
Surat peringatan pengosongan dilayangkan pada Rabu (23/1).
"Jika tidak ditutup, kami akan menyegel gedung tersebut. Biasanya kita beri waktu satu hari, karena mereka perlu waktu mengosongkan," kata Kepala Dinas P2B Pemprov DKI Jakarta Hari Sasongko, Selasa (22/1).
Dijelaskan, pembatas lahan parkir di Menara Jamsostek belum sesuai ketentuan parafet (pembatas) yang diberlakukan sejak 2007. Sesuai ketentuan, tinggi dinding pembatas minimal 90 cm. Kalau lebih tinggi, lebih bagus, sedangkan ketebalannya berkisar 15-20 cm.
Sedangkan, di Menara Jamsostek parafetnya dari teralis, sehingga harus dibongkar dan diganti dengan dinding beton. Selain itu, juga harus memenuhi standar teknis bangunan lahan parkir seperti sirkulasi, instalasi, rambu-rambu dan struktur bangunan.
Hari menegaskan, pengelola gedung tidak bisa berdalih kalau gedungnya lebih duluan dibangun dari keluarnya aturan. Sebab, insiden sebelumnya seperti di ITC Permata Hijau beberapa waktu lalu, sudah merupakan pelajaran dan seharusnya mereka sudah mendapat sosialisasi standar teknis bangunan parkir.
Sementara itu Kepala HRD Tokyo Marine, Zulchaibar mengatakan, Heryawan bekerja di Tokyo marine sejak 17 tahun lalu. Dikatakan, kondisi fisik mobil dan supir dalam keadaan baik. Mobil ini keluaran tahun 2004 dan Heryawan sebelum ke Menara Jamsostek sempat ke BEJ (Bursa Efek Jakarta) bersama Shimomura. "Semuanya dalam kondisi yang normal," paparnya.
Mengenai tuntutan ke pihak Menara Jamsostek, kata Zulchaibar, diserahkan sepenuhnya ke pihak keluarga. "Tapi menurut saya, ketika kita sudah mendapat tiket tanda parkir, berarti pihak gedung juga ikut bertanggung jawab atas apapun yang terjadi," ujarnya.[G-5/ATW/MRS/B-15]

Last modified: 23/1/08
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://alumnifatek.forumotion.com
 

Pengelola Menara Jamsostek Diperiksa

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

 Similar topics

-
» Hati2 ngelindes Puntung Rokok di Jalan Raya

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www. alumnifatek.forumotion.com ::  :: -