www. alumnifatek.forumotion.com


 
IndeksIndeks  PortailPortail  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  KawanuaKawanua  Media Fatek OnlineMedia Fatek Online  KAMPUSKAMPUS  

Share | 
 

 Pusat Perbelanjaan Tetap Diserbu

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 549
Registration date : 08.01.08

PostSubyek: Pusat Perbelanjaan Tetap Diserbu   Wed May 28, 2008 8:40 am

Pusat Perbelanjaan Tetap Diserbu
Monday, 26 May 2008

BBM Naik, Rumah Makan Masih Ramai


MANADO- Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Bumi Nyiur Melambai nyaris tak terlalu dirasakan. Kekhawatiran bakal terjadinya kelesuan ekonomi pasca kenaikan tak terbukti menyusul pusat-pusat perbelanjaan, Mal dan rumah-rumah makan di Kota Manado Sabtu (24/5) dan Minggu (25/5) tetap ramai diserbu pembeli.

Pantauan koran ini, nyaris tidak ada pengaruh suasana perbelanjaan pra dan pasca kenaikan yang tetap dipadati masyarakat berbelanja. Apalagi harga masih tetap alias belum naik. “Untuk skarang memang harga belum ada kenaikan lagi. Tetapi sebagian suplier sudah menaikan harga. Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM memang sangat pas, disaat jalur pengiriman barang maupun mendekati hari istirahat. Jadi masyarakat memang masih mau berbelanja karena untuk memenuhi kebutuhan keluargalah,” tutur Eddi R, Manager salah satu swalayan di kompleks pusat kota 45. Menurutnya, omset pemasukannya tetap normal.

Sama halnya swalayan di kawasan Boulevard on Businnes. Di kasir-kasir, banyak masyarakat antri untuk membayar. ”Harga sampai saat ini belum naik, soalnya masih dalam suasana week end. Nanti kalo distributor sudah berani menaikkan, kami pun akan menuju ke situ pula.,” kata Jemmy Woesian, Store General Manager.

Begitupun di restoran tetap dipadati pengunjung. Pengunjung datang silih berganti dari berbagai kalangan. Pasca kenaikan BBM dan tarif angkot, nyaris tak berpengaruh. “Sampai saat ini kami belum menaikkan harga baik makanan dan minuman yang dijual di sini. Meskipun dari suplier sudah ada yang menaikkan harga pengiriman bahan. Untuk omset saya rasa tidak menurun masih dalam taraf peningkatanlah dari biasanya, tutur Co Eddi, Manager Foodcourt Multimart. “Sementara ini kami belum menaikan harga, walupun sebagian bahan baku sudah dinaikkan. Mengenai omset yang diperoleh, sudah melebihi hari-hari biasa,” kata Renal, Supervisor di Ola-la Café dan Restoran.
Tak hanya di restaurant, di beberapa tempat makan pinggiran jalan juga dikerumuni pengunjung. Baik di tempat makan bakso, tempat coto, dan makanan serba murah di kompleks IKIP bawah Sario.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjamin, kenaikan harga BBM 28,7 persen tidak akan berpengaruh besar terhadap harga pangan. Kalaupun ada kenaikan, maksimum hanya tiga persen. "Kenaikan BBM kali ini akan lebih berpengaruh pada transportasi. Kemungkinan biaya transportasi naik 10-20 persen," ujarnya.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Dharmawan mengungkapkan, dampak kenaikan harga BBM terhadap produk makanan dan minuman bergantung pada industri masing-masing. Untuk industri besar dan menengah, besar kemungkinan harganya tidak akan naik karena sudah menyesuaikan dengan harga BBM internasional.

Di sisi lain, pemerintah diminta mengoptimalkan upaya meminimalisasi dampak kenaikan harga BBM agar masyarakat, terutama kaum miskin, tidak terpuruk semakin dalam. Untuk itu, program-program untuk mengatasi dampak kenaikan harga BBM, seperti BLT plus dan penciptaan lapangan kerja, harus dijalankan efektif dan tepat sasaran.
Seruan tersebut disampaikan ekonom Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Fadhil Hasan, dan anggota pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Soedaryatmo, di Jakarta, Sabtu (24/5).
Ninasapti mengingatkan, masyarakat tidak bisa hanya diberi solusi jangka pendek dengan memberikan sedekah. Pemerintah harus mengejar penciptaan lapangan pekerjaan baru. "Meskipun harga naik, tidak akan terasa jika masyarakat, dalam hal ini para pengangguran, memperoleh pendapatan," katanya.

Di samping itu, lanjutnya, pemerintah perlu menjalankan program pendamping, penyuluhan, dan memberi kemudahan kredit guna meningkatkan kapasitas produksi dari usaha kecil dan menengah. Dia menambahkan, yang harus mulai dipikirkan pemerintah saat ini adalah mencari pemecahan persoalan yang sesungguhnya, yaitu masalah energi dalam negeri.
Fadhil Hasan mendesak pemerintah agar menjalankan program kompensasi kenaikan harga BBM secara optimal dan tepat sasaran. "Pemerintah juga perlu meningkatkan pasokan dan memperlancar arus distribusi barang dan jasa," dia mengingatkan.
Prof I Najoan-Pondaag SE MSi mengatakan, pemerintah harus mendorong serta memfasilitasi masyarakat untuk bisa lebih produktif lewat sektor usaha yang banyak bersentuhan dengan rakyat miskin. Seperti Pertanian dan Perikanan. “Pemerintah harus proaktif membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan terutama masyarakat ekonomi lemah,” ujarnya.

Ini patut dilakukan, lanjut Prof Najoan, agar masyarakat bisa mandiri tanpa berharap bantuan pemerintah terus menerus lewat BLT dan program sejenis yang rawan KKN, “ Rakyat harus didorong untuk produktif agar mandiri dan lepas dari kesulitan akibat kenaikan BBM ini,” tambanya.

Kadisperindag Sulut Gemmy Kawatu mengungkapkan, semua instansi pemerintah akan terus melakukan pengawasan untuk menghindari berbagai gesekan dan distorsi pasca kenaikan. “Pemerintah akan mengawasi perkembangan pasca kenaikan untuk menghindari adanya distorsi akibat kenaikan ini,” paparnya.
Alwie Pontoh, Kabag Indag dan Pariwisata menambahkan, kepentingan masyarakat akan selalu diperhatikan terutama rakyat miskin dengan atau tanpa kenaikan BBM. Menurutnya, berbagai program pengaman sosial akan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya beli masyarakat.
Stanly Alexander, pelaku usaha yang juga ekonom Sulut yakin kalaupun ada dampak akan kembali normal 6 bulan ke depan. “Memang awalnya akan sulit, tapi setelah beberapa waktu akan normal,” tandasnya.
Kadiskop dan PUKM Sulut Sany Parengkuan mengungkapkan, kenaikan BBM tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Sulut. “Kenaikan BBM tidak akan berpengaruh pada sektor usaha UMKM yang tidak terlalu banyak bergantung pada BBM,” paparnya.
Ia menambahkan, saat kenaikan BBM 2005 lalu UMKM justru unggul dari perusahaan besar. “2005 lalu UMKM malah unggul saat BBM naik,” tambahnya.

STOK AMAN
Sementara, Sekprov Sulut Drs Robby Mamuaja menjamin persediaan stok sembako Sulut aman. “Kenaikan BBM ini belum terlalu dirasakan dampaknya pada ketersediaan sembako, khusus untuk Sulut masih tersedia di pasar-pasar besar maupun pasar tradisional,” ujar Mamuaja di ruang Asisiten II Pemprov Sulut.
Gemmy Kawatu meminta masyarakat tidak panik. Persediaan sembako sampai 2 bulan ke depan aman dan belum akan terjadi kenaikan harga. “Saat ini hilangkan dulu aksi borong karena persediaan stok sembako Sulut masih aman, dan yang mengalami sedikit kenaikan harga hanya terjadi pada harga daging ayam dan daging sapi, ” pungkas Kawatu yang langsung melakukan pemantauan di pasar.(tim-cw/jpnn)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://alumnifatek.forumotion.com
 
Pusat Perbelanjaan Tetap Diserbu
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Mengapa Mereka tetap Mengemis?
» Tetap Positif Saat menganggur
» Empat Kiat Untuk Tetap Termotivasi
» Grosir Timbangan Digital & peralatan alat elektronik lainya murah
» Pilihlah Konsumsi Ubi dan Tahu Untuk Menjaga Tubuh Tetap Ramping

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www. alumnifatek.forumotion.com :: KATAGORI BERITA :: Manado & Sulut-
Navigasi: