www. alumnifatek.forumotion.com


 
IndeksIndeks  PortailPortail  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  KawanuaKawanua  Media Fatek OnlineMedia Fatek Online  KAMPUSKAMPUS  

Share | 
 

 Soputan Kembali Meletus !

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 549
Registration date : 08.01.08

PostSubyek: Soputan Kembali Meletus !   Sat Jun 07, 2008 12:39 pm



Muntahkan Lahar Dingin


Soputan Kembali Meletus !



Laporan: Budi H Rarumangkay

AMURANG, Sulutlink. Soputan, gunung berapi yang terletak di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), sepertinya tidak pernah berhenti berulah. Kali ini, Soputan memuntahkan lahar dingin yang disertai semburan debu ditambah gempa kecil yang tidak beraturan, sejak Kamis (05/06) pukul 23.30 wita hingga Jumat (06/06). Tak pelak kondisi tidak menentu ini membuat warga disekitarnya kuatir. Apalagi sebagian wilayah Amurang telah ditutupi semburan debu.

Menurut Sandy Manengkey, pengawas pos Gunung Soputan yang terletak di Desa Maliku Kecamatan Amurang Timur, kekuatan gempa yang terjadi hingga kini belum bisa terdeteksi, penyebabnya di sekitar gunung masih ditutupi kabut tebal. Namun terangnya, semburan lahar dingin dan debu secara kontinyu akan terus berlangsung. Sementara itu, di sejumlah Desa dan Kecamatan di Minsel terus dihujani debu dan lahar dingin. Kondisi ini, tentunya mengancam masyarakat dengan timbulnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Pemerintah Kabupaten Minsel sendiri melalui Kabag Humas Andre Winowatan kepada sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya telah turun lapangan dan melakukan peninjauan di sejumlah Desa terdekat. Tapi sejauh ini, semuanya masih dalam situasi aman, karena letusan Soputan masih terbilang aman.



”Namun Pemkab telah menyampaikan kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan gunung untuk tetap berjaga-jaga setiap waktu. Artinya kalau ada tanda–tanda membahayakan, diharapkan segera mencari daerah yang lebih aman. Sementara untuk mengatasi terjadinya ISPA, Pemkab akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar segera memberikan pelayanan pengobatan kepada masyarakat. Termasuk pembagian masker penutup mulut dan hidung kepada warga yang ada di lokasi rawan semburan,”katanya.

Diketahui, kejadian serupa tak hanya di kawasan Minsel saja, semburan debu dari perut Soputan juga hingga ke Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Khususnya di Kecamatan Touluaan yang memang berada di kaki gunung berapi tersebut. Sejumlah warga setempat kepada wartawan mengaku, letusan sudah dimulai sejak dinihari Kamis (05/06). Menurut mereka gemuruh yang disertai letupan sudah terdengar sejak sekitar pukul 01.00 wita. Pun hingga berita ini diturunkan Jumat malam, semburan masih terus berlangsung.




Letusan Terbesar, Minsel Terparah Kena Semburan
Saturday, 07 June 2008

Setahun Bisa Dua Kali Meletus



AMURANG- Jumat (6/6) kemarin sekitar pukul 11.07 Wita, Gunung Soputan yang terletak di antara tiga kabupaten, Minahasa Induk, Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan kembali meletus. Salah satu dari tiga gunung berapi paling aktif di Indonesia ini, terakhir kali meletus tahun 2007 pada hari dan jam yang sama. Yakni Jumat sekitar pukul 11.00 Wita pada 25 Oktober.
Akibat letusan tersebut, sejumlah daerah di Minahasa Selatan, sebagian Minahasa Tenggara bahkan sampai Bolaangmongondouw, terkena hujan debu. Paling parah dialami sejumlah daerah di Minsel, mulai dari Tumpaan, Amurang, Tenga, Sinonsayang, dan Motoling. Ketebalan debu mencapai 1,5 Cm. Bahkan di daerah Tumpaan dan Amurang dilaporkan terkena hujan becek. Debu yang turun sudah tercampur air hujan. Dikarenakan, saat letusan terjadi sementara hujan deras.
Di daerah Mitra, hanya Tombatu dan Touluaan yang terkena semburan. Ketebalan debu di daerah itu hanya sekitar 0,5 Cm. Sementara daerah Kawangkoan, Tompaso, Langowan, Ratahan, hingga Belang, aman dari semburan gunung jenis stratovolcano ini. Bahkan warga di sana hanya menjadikan peristiwa ini sebagai tontonan menarik.
Gunung yang memiliki ketinggian 1.784 meter (5.853 kaki) dan koordinat 1.108° N 124.73° E ini, merupakan satu dari tiga gunung paling aktif di Indonesia. Indonesia sendiri adalah negara dengan jumlah gunung api terbanyak di dunia. Ada 129 gunung api tersebar di seluruh daerah Indonesia. Delapan puluh (80) gunung di antaranya masuk kategori aktif dan berpotensi meletus. Dan yang paling banyak meletus dan meningkat aktivitasnya hanya Soputan, Anak Krakatau, dan Kelud.
Sejarah meletusnya Soputan dalam empat tahun terakhir ini, dalam setahun bisa dua kali meletus. Berdasarkan data Manado Post, tahun 2004 Soputan dua kali meletus pada bulan Oktober dan Desember. Tahun 2006 dia hanya meletus pada 14 Desember. Namun pada tahun 2007 lalu, Soputan dua kali meletus, pada 14 Agustus dan 25 Oktober.
Menurut petugas Pos Pengamatan Gunung Soputan di Desa Maliku-Amurang, Sandy Manengkey, aktivitas Soputan dicirikan oleh pertumbuhan kubah lava yang terus bertambah sejak tahun 1991. Pertumbuhan kubah lava tersebut sering diiringi dengan letusan abu. Dalam statusnyanya yang Waspada (Level II), kegiatan G. Soputan dicirikan oleh hembusan asap di tubuh kubah lava. Letusan terakhir G. Soputan terjadi pada 25 Oktober 2007, menyemburkan abu setinggi lebih kurang lebih 1000 m di atas puncak, disertai dengan guguran lava pijar ke arah barat sejauh kurang lebih 1000 m. Kejadian tersebut berlangsung selama kurang lebih 2 minggu. Status kegiatan Soputan ketika itu dinaikkan menjadi Siaga (Level III).
Pada pertengahan November 2007, aktivitas G. Soputan menurun dan sejak tanggal 23 November 2007, status kegiatannya diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).
Peningkatan G. Soputan kembali terjadi sejak akhir Maret 2008, dengan terekamnya temperatur permukaan yang mencapai 46 oC dan terekamya gempa vulkanik disertai dengan munculnya sinar api di sekitar puncak pada 31 Maret 2008. Namun peningkatan ini tidak diikuti dengan peningkatan kegempaan dan kejadian letusan.
Baru pada 6 Juni 2008, pukul 11:07 Wita teramati awan panas guguran, daya luncur sekitar 1500 meter dari puncak, ke arah timur.
Jenis gempabumi yang terekam di G. Soputan umumnya berupa gempabumi vulkanik, guguran dan gempabumi tektonik. Kegempaan Gunungapi Soputan didominasi oleh gempa-gempa guguran. Selama bulan Mei 2008 rata-rata terekam 14 kejadian gempa guguran per hari, sedangkan gempa vulkanik rata - rata 2 kejadian per hari.
Pada 1 - 4 Juni, masing - masing terekam 22 kejadian gempa guguran, 5 kejadian gempa vulkanik dan 6 kejadian gempa tektonik. Pada 5 Juni 2008, masing - masing terekam 14 kejadian gempa guguran, 9 kejadian gempa vulkanik dan 2 kejadian gempa tektonik.
Pada 6 Juni kemarin: pukul 09.30 Wita hingga sekarang, terekam gempa tremor vulkanik dengan amplituda antara 5 - 20 mm, dominan 20 mm. Pukul 11:07 WITA terekam gempa awan panas.
Deformasi G Soputan berdasarkan data pemantauan tiltmeter menunjukkan peningkatan sejak awal Mei 2008. Suhu permukaan tanah meningkat sejak 24 Mei 2008, mencapai 51,4 °C,.
Pertumbuhan kubah lava dimulai sejak tahun 1991, hingga meluber keluar dari bibir kawah menyebabkan sering terjadi guguran lava, dengan jarak luncur sekitar 2 hingga 4 km dari puncak, sedangkan penduduk terdekat berjarak 8 km dari puncak.
Pada saat musim penghujan dapat terjadi pembentukan uap dari air hujan oleh kubah lava yang masih panas, sehingga terjadi letusan sekunder, berupa letusan Freatik (letusan uap) yang dapat memicu guguran kubah lava dan awan panas guguran (tipe Karangetang).
Ancaman bahaya letusan gunungapi Soputan bagi penduduk relatif kecil. Karena permukiman dan aktivitas penduduk terdekat berjarak 8 km dari puncak. Tercatat pada Agustus 2007, terjadi luncuran awan panas mencapai 4 km dari puncak.
Ancaman terbesar di daerah perkemahan (Camping Ground) di lereng timurlaut berjarak sekitar 3 sampai 4 km dari puncak G. Soputan.
Berdasarkan data-data visual, kegempaan dan deformasi (Tilrmeter), maka terhitung sejak 6 Juni 2008, pukul 11:30 WITA, status G. Soputan dinaikan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III).
Berdasarkan dengan peningkatan status G Soputan menjadi siaga, direkomendasikan: Masyarakat agar tidak beraktifitas pada radius sekitar 6 Km dari puncak G. Soputan, guna menghindari ancaman guguran lava dan awan panas guguran.
Untuk masyarakat yang bermukim di luar radius 6 Km dari puncak Soputan tidak perlu dilakukan pengungsian. Dilarang melakukan pendakian ke puncak dan tidak melakukan aktivitas pada dan sekitar camping ground.
Mewaspadai terjadinya ancaman banjir lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G Soputan, seperti Sungai Ranowangko, Sungai Pentu, Sungai Lawian, dan Sungai Popang.
Terhadap hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan. Satlak PB diminta mensosialisaikan rekomendasi ini kepada masyarakat di sekitar G. Soputan.
Sebelumnya, peningkatan aktivitas G. Soputan telah dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Koordinasi Pengamat Gunungapi Soputan dengan SATLAK PB yang sudah terjalin baik selama ini hendaknya dipertahankan. (ylo/yew/cw-15)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://alumnifatek.forumotion.com
 
Soputan Kembali Meletus !
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» puisi untuk seseorang
» Tips Menyusui untuk Ibu yang Kembali Kerja

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www. alumnifatek.forumotion.com :: Halaman Utama :: Tampilan Pada Portal-
Navigasi: