www. alumnifatek.forumotion.com


 
IndeksIndeks  PortailPortail  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  KawanuaKawanua  Media Fatek OnlineMedia Fatek Online  KAMPUSKAMPUS  

Share | 
 

 Ada apa dengan Unsrat? Kiapa kong Rektor baru dianulir?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
anwarp



Jumlah posting : 122
Location : Jakarta
Registration date : 16.01.08

PostSubyek: Ada apa dengan Unsrat? Kiapa kong Rektor baru dianulir?   Wed Feb 27, 2008 1:45 pm

Ada apa dengan Unsrat? Kiapa kong Rektor baru dianulir?

Posted by Winangun on February 27, 2008, 8:58:36 - Sulutlink
202.169.177.151

APAKAH INI KARENA MEMANG KEKURANGAN ATAU (MEMANG)KEJAGOAN SANG Pejabat (katanya)?

Harian komentar, 27 Februari 2008

Prof Sondakh: Saya minta maaf
Cacat Hukum, Pemilihan Rektor Unsrat Diulang


Hasil pemilihan calon Rek-tor Unsrat yang telah berha-sil mengusung tiga nama ke pusat, masing-masing Prof Dr Donald Rumokoy, Prof Dr Ellen Kumaat dan Prof dr Sarah Warouw, dianggap ti-dak sahih oleh Mendiknas. Oleh sebab itu, penjaringan calon rektor harus dilaku-kan ulang. Hal ini disampai-kan Penjabat Rektor Unsrat Prof Dr LW Sondakh MEc se-usai menemui Mendiknas di Jakarta, kemarin (26/02).

“Saya sangat kecewa. Tadi pagi rapat dengan menteri dan berdasarkan kajian dari Irjen, ada anggota senat dari perwakilan fakultas yang tidak sah. Hanya karena itu, sehingga harus pemilihan ulang,’’ ungkap Prof Sondakh kepada Komentar via telepon, tadi malam. Anggota senat yang tidak sah itu, adalah utusan fakultas yang seha-rusnya dipilih oleh fakultas, namun berdasarkan kesepa-katan ditetapkan oleh rektor.
Menurut rektor hal ini yang menjadi kendala sehingga ha-sil pemilihan calon Rektor Un-srat harus diulang. Semen-tara itu, informasi yang diper-oleh koran ini, ada juga ma-salah lainnya menyangkut adanya anggota senat yang sudah pensiun tapi masih me-milih, serta ada senat yang juga anggota salah satu parpol.
Menurut Prof Sondakh, dia telah berupaya sekuat tenaga meyakinkan pihak kemen-terian, agar aspirasi bisa di-akomodir, namun hasilnya pemilihan Rektor Unsrat di-anggap cacat hukum, teruta-ma menyangkut segelintir ke-anggotaan senatnya. ‘’Saya ti-dak bisa bikin apa-apa, kita harus menerimanya. Saya min-ta maaf,’’ tandas Prof Sondakh seraya mengaku, dirinya telah berusaha meyakinkan pusat dengan membawa panitia dan sekretaris senat, namun tidak membuahkan hasil.
Setelah mendapat informasi dari Mendiknas, Prof Sondakh mengaku telah mengabarkan berita ini kepada tiga calon yang diusung, masing-masing Prof Donald Rumokoy, Prof Dr Ellen Kumaat dan Prof dr Sa-rah Warouw. ‘’Saya sudah sam-paikan kepada mereka secara lisan. Respons mereka agak ke-cewa,’’ tandas Prof Sondakh.
Mendiknas sendiri, lanjut Sondakh, telah menugaskan dirinya selaku perpanjangan tangan pusat selaku penjabat rektor, untuk menggelar pe-milihan ulang dengan segera sesuai ketentuan yang ber-laku, terutama menyangkut keabsahan anggota senat. Lalu kapan? “Saya akan tung-gu surat dulu,’’ katanya.
Sementara itu, staf Pengajar Fakultas Hukum, Toar Palili-ngan SH mengatakan, pihak-nya masih menganggap peno-lakan menteri terhadap hasil pemilihan calon Rektor Un-srat, adalah isu. ‘’Kami me-nunggu surat resmi. Untuk sementara ini, kami anggap itu masih sebatas isu,’’ tandasnya.
Namun jika memang kepu-tusan menteri ini benar ada-nya, Toar menilai, penjabat rektor harus bertanggung jawab. ‘’Ini adalah kegagalan-nya,’’ tandas Palilingan.
Dan salah satu bentuk per-tanggungjawaban, Prof Son-dakh harus mundur dari ja-batannya. ‘’Beliau harus tu-run atau diturunkan!’’ tan-das Palilingan seraya menan-daskan, penolakan hasil pemilihan rektor bisa disebut sebagai bentuk ketidak-mampuan penjabat rektor. Menanggapi tuntutan mun-dur ini, Prof Sondakh menilai-nya sah-sah saja. ‘’Tuntutan seperti itu bisa saja. Saya bisa dianggap tidak mampu mem-bawa aspirasi. Tapi sesuai do-kumen tertulis dan tidak ter-tulis, rektor telah berjuang sampai titik darah pengha-bisan. Malah sejak ada hasil pemilihan, Donald (Prof Donald Rumokoy, red) sudah dibawa ke menteri,’’ tandasnya.
Prof Sondakh meminta, ja-ngan hal ini dianggap sebagai bentuk kesalahan tunggal rektor saja. Sebab sesuai doku-men yang ada, semua keputu-san ditetapkan berdasarkan keputusan senat. ‘’Rektor me-ngetuk selalu berdasarkan ke-putusan senat. Itu keputusan bersama. Saya juga kecewa,’’ katanya seraya meminta agar semua pihak bisa memahami dan tidak reaktif serta terpancing.
Yang pasti masalah ini bu-kan karena ada figur yang cacat atau ada skandal lain-nya. Melainkan hanya soal keabsahan di anggota senat saja yang sebenarnya telah di-putuskan berdasarkan kese-pakatan, namun di tingkat Irjen dianggap tidak sah.
Seperti diketahui, pemilihan calon Rektor Unsrat telah digelar 26 November 2007 lalu. Hasilnya, Prof Rumokoy tampil dengan suara terbanyak (57 suara) disusul Kumaat (41) dan Warouw (11). Dengan de-mikian kans Rumokoy untuk menjabat Rektor Unsrat pe-riode 2007-2011 sangat ter-buka luas. Namun kini pemi-lihan harus diulang dan bukan tidak mungkin calon lain
nya bisa menyodok.(rik/zal)

_________________
+ Thinking
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Ada apa dengan Unsrat? Kiapa kong Rektor baru dianulir?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Taktik Memutuskan Hubungan dengan Kekasih
» Tips Mengatasi Kejenuhan dengan Pasangan
» 10 Negara dengan Jumlah Perokok TerTinggi di Dunia
» Beberapa Masalah Yang Perlu Diwaspadai Pengantin Baru
» Ditemukan, Obat Kemoterapi Baru untuk Kanker Payudara Ganas

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www. alumnifatek.forumotion.com :: KATAGORI BERITA :: Unsrat-
Navigasi: